Dikursi Terminal
![]() |
| Ruang Tunggu Terminal |
Bermata sayu pucat hampir bolong
Bersandar terlongong
Perut kosong penuh koreng
Menahan lapar teramat sangat
Dikursi Terminal
Seorang Nyonya
Dengan gincu merah dibibirnya
Perhiasan emas diseluruh jari tangannya
Menahan nafas akan bau keringat
Orang-orang yang berdesakan kelelahan
Disudut kursi terminal
Pengemis tua
Bersandar kelelahan
Dikursi terminal
Menunggu seseorang memberinya recehan
Meski lelaki berseragam itu
Memaki, Menendang, Mengusir Pergi,,,
Si anak berucap
"oh, betapa laparnya perutku"
Si nyonya berkata
"oh, betapa baunya tempat ini"
Dan si pengemis itu menangis,
"oh, betapa tidak enaknya jadi orang kecil"
Dan kursi terminal cuma membisu
Tak sedikit pun peduli
Dengan gincu merah dibibirnya
Perhiasan emas diseluruh jari tangannya
Menahan nafas akan bau keringat
Orang-orang yang berdesakan kelelahan
Disudut kursi terminal
Pengemis tua
Bersandar kelelahan
Dikursi terminal
Menunggu seseorang memberinya recehan
Meski lelaki berseragam itu
Memaki, Menendang, Mengusir Pergi,,,
Si anak berucap
"oh, betapa laparnya perutku"
Si nyonya berkata
"oh, betapa baunya tempat ini"
Dan si pengemis itu menangis,
"oh, betapa tidak enaknya jadi orang kecil"
Dan kursi terminal cuma membisu
Tak sedikit pun peduli
Tags:
Serba-serbi
