PUISI DIKURSI TERMINAL

                            
                             Dikursi Terminal

Ruang Tunggu Terminal
            Seorang anak kecil
            Bermata sayu pucat hampir bolong
            Bersandar terlongong
            Perut kosong penuh koreng
            Menahan lapar teramat sangat
            Dikursi Terminal






Seorang Nyonya
Dengan gincu merah dibibirnya
Perhiasan emas diseluruh jari tangannya
Menahan nafas akan bau keringat
Orang-orang yang berdesakan kelelahan
Disudut kursi terminal


             Pengemis tua
             Bersandar  kelelahan
             Dikursi terminal
             Menunggu seseorang memberinya recehan
             Meski lelaki berseragam itu
             Memaki, Menendang, Mengusir Pergi,,,


Si anak berucap
"oh, betapa laparnya perutku"
Si nyonya berkata
"oh, betapa baunya tempat ini"



            Dan si pengemis itu menangis,
           "oh, betapa tidak enaknya jadi orang kecil"
           Dan kursi terminal cuma membisu
           Tak sedikit pun peduli


Post a Comment

Previous Post Next Post