Sang Sutradara Bangsa

      Merah PutihSejenak Aku terdiam, Untuk menyadari, apa yang sebenarnya sedang terjadi, Aku bertanya pada diriku sendiri, apa yang sedang aku saksikan saat ini, Aku berusaha mengerti tentang keadaan yang sedang terjadi, Semua orang yang sebelumnya  tersenyum penuh harapan, gembira penuh semangat, kini raut wajah mereka berubah penuh kebingungan, penuh kecemasan, penuh kesedihan dan adapula yang penuh kegembiraan, tetapi keadaan itu berubah seakan sebuah drama, drama yang sering kulihat dilayar kaca televisi. Sebuah Drama yang menampilkan sebuah keadaan-keadaan yang dapat berubah kapan saja sesuai keinginan sang produser, yang akhir ceritanya hanya produserlah yang tahu, kita hanya dapat mengetahuinya setelah kita melihat seluruh adegannya hingga usai.


    setelah ku sadari, dan ternyata dari awal seharusnya ku menyadari, bahwa ini adalah sebuah kisah, kisah tentang perjalanan sebuah Bangsa, Bangsa yang besar, Bangsa yang sedang berada didalam sebuah adegan, sebuah cerita, Yang menceritakan tentang perjalanannya menemukan sang Nahkoda, Nahkoda yang akan membawanya mengarungi Lautan Kehidupan yang sangat luas, yang begitu banyak Karang yang menghadang, Begitu besar Ombak yang akan menghantamnya sepanjang perjalanannya nanti.


    Bangsa itu adalah Bangsa Indonesia, Bangsa yang besar, Bangsa yang kuat, Bangsa yang kaya, Kaya akan keanekaragaman Suku dan Budaya, Bangsa memiliki sejarah yang panjang dan Sejarah Yang besar,, Namun, sayang. Bangsa ini bagaikan sebuah mainan, Sebuah Adegan murahan, bagaikan sebuah cerita murahan yang dibuat oleh sutradara yang tak memiliki perasaan, tak tahu bagaimana cara menuangkan sebuah cinta pada sebuah cerita, Sutradara yang seenaknya membuat cerita, yang menjadikan Bangsa Ini menjadi sebuah Bangsa mainan, Bangsa murahan, yang bisa dia ceritakan dengan kisahnya sendiri, dengan menjadikan Nama Bangsa ini dan Rakyat Bangsa ini sebagai Pemeran Utama dalam kisah yang dia ciptakan.keanekaragaman indonesia


 Lalu, siapakah Sutradara Dibalik ini semua, Dia adalah, Para Pemimpin, Para Penguasa, Para Elite, Merekalah yang menjadi Sutradara dalam setiap adegan yang terjadi pada Bangsa ini, Mereka menjadikan Rakyat Bangsa ini menjadi Pemain sekaligus sebagai Penonton, yang setia mengikuti jalan cerita yang panjang, jalan cerita dengan begitu banyak perasaan yang mereka berikan yang hanya dirasakan oleh Para Pemain dan Penonton adegan itu, Bahagia, Menderita, Semua itu Rakyat yang merasakan, Bukan Para Pemimpin yang menjadi Sutradara yang hanya duduk manis untuk melihat bagaimana Para Pemainnya melakukan adegan yang Dia rancang. Dimana sebuah Bangsa dengan penuh harapan, ingin mendapatkan Nahkoda yang baru, untuk perjalanan yang panjang seketika itu juga berubah menjadi sebuah Cerita membingungkan, keadaan naif, yang dapat memecah belah kedua bangsa ini, Cerita yang mengombang-ambingkan Pemainnya "Rakyatnya", kearah yang tak jelas, Mau dibawa kemanakah Bangsa ini, Para Pemimpin Yang Rakus, Yang Jahat, Yang ingin semuanya bisa menjadi Sang Sutradara dari Bangsa ini, agar mereka bisa membuat sebuah cerita baru, Cerita sesuai keinginan Sang Sutradara Baru.


 Mereka Tidak menyadari, Mereka buta, Mereka tidak mempunyai hati nurani, harusnya mereka sadar, Bahwa mereka tak mampu menjadi Sutradar Sejati,  Sang Sutradara Bangsa,  Sutradara yang seharusnya membuatkan Sebuah cerita luar biasa untuk Bangsa ini, Sebuah Cerita yang membuat Bangsa lain kagum, Sebuah Cerita yang mampu membuat siapa saja yang mendengarnya akan terharu karena kehebatan Bangsa ini, Bangsa yang mampu menunjukan kehebatannya kepada Dunia, Bangsa yang kuat yang tak bisa diinjak oleh Bangsa manapun didunia ini, Bangsa yang memiliki Pemain-Pemain Hebat, Bukan pemain yang Melarat.


Jika Bangsa ini belum memiliki Sang Sutradara Bangsa yang tepat, maka, sampai kapanpun Bangsa ini akan memiliki cerita yang sama, Cerita yang tak bermakna, Cerita yang menyedihkan, Cerita yang hanya membuat Orang tertawa ataupun sedih karena mendengarnya.


Pemimpin Bangsa Bangsa Indonesia




Oh Bangsaku, Dramamu Kian Menyedihkan, Sampai Kapankah Kisahmu Seperti Ini, Dimana Kah, Sang Sutradara Bangsa Mu..


Post a Comment

Previous Post Next Post